TAMAN ZIARAH YESUS MARIA OEBELO...

RENUNGAN HARIAN

“Tetap Setia Walau Tidak Selalu Dimengerti”

Hari ini Sabda Tuhan membawa kita masuk ke dalam kenyataan panggilan yang tidak selalu mudah. Yesus berkata:“Jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.”Kalimat ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi u...

Minggu, 10 Mei 2026 3 menit baca 25 views Kis 16:1–10 Mzm 100. Yoh 15:18–21
RENUNGAN TERBARU

Membaca, merenung, dan berdoa dalam satu alur

Renungan untuk hari ini belum diterbitkan, jadi halaman ini menampilkan renungan terbaru yang sudah tersedia agar peziarah tetap dapat membaca dan berdoa.

“Tetap Setia Walau Tidak Selalu Dimengerti”
RENUNGAN Minggu, 10 Mei 2026 3 menit baca 25 views

“Tetap Setia Walau Tidak Selalu Dimengerti”

Kis 16:1–10 Mzm 100. Yoh 15:18–21

Hari ini Sabda Tuhan membawa kita masuk ke dalam kenyataan panggilan yang tidak selalu mudah. Yesus berkata:

“Jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.”

Kalimat ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menguatkan hati para murid. Mengikuti Kristus berarti berjalan bersama-Nya: kadang diterima, kadang ditolak; kadang dipuji, kadang dilukai.

Dalam Bacaan Pertama, Paulus terus berjalan mewartakan Injil, meskipun jalannya tidak selalu sesuai rencananya sendiri. Roh Kudus membimbing langkahnya, bahkan ketika ia tidak mengerti arah yang sedang dibuka Tuhan.

Begitu pula Santo Antonius Maria Claret. Hidupnya bukan jalan yang mulus. Ia berpindah dari satu misi ke misi lain, menghadapi penolakan, fitnah, tekanan politik, dan kelelahan batin.

Namun di tengah semuanya, Claret tetap mendengarkan suara Tuhan dalam doa.

Suatu hari ia bertanya kepada Yesus:

“Apa yang Engkau kehendaki dariku, Tuhan?”

Dan Tuhan menjawab:

“Engkau akan mempunyai pekerjaan. Antonius, saatmu belum tiba.”

Betapa dalam jawaban ini. Kadang kita ingin segera melihat hasil pelayanan, ingin dimengerti, dihargai, atau merasa berhasil.

Tetapi Tuhan sering membawa kita masuk ke dalam proses sunyi: menunggu, dimurnikan, dibentuk perlahan.

Claret kemudian menulis:

“Aku seperti tanah. Tanah diinjak-injak dan diam.”

Inilah spiritualitas seorang murid: bukan keras mempertahankan diri, tetapi lembut di tangan Tuhan.

Tanah yang baik:

rela dibajak,

rela dihancurkan,

rela disiram, agar akhirnya menghasilkan buah.

Demikian pula hati kita.

Kadang Tuhan membiarkan:

kita tidak dipahami,

pelayanan terasa berat,

doa terasa kering,

hati terasa sepi, agar kita belajar bahwa rahmat Tuhanlah yang membuat hidup berbuah.

 Mazmur hari ini berkata:

“Ketahuilah bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita.”

Artinya, jelaslah bahwa: kita bukan milik dunia, kita milik Tuhan.

Karena itu jangan takut jika kesetiaanmu tidak selalu dimengerti manusia. Yang terpenting bukan apakah dunia memuji kita, tetapi apakah hati kita tetap tinggal dalam kasih Kristus.

 Kongregasi Claretian sendiri berkali-kali mengalami kehilangan, penolakan, bahkan harus meninggalkan karya-karya misi mereka. Baru selesai membangun di satu tempat harus pergi dan ditinggalkan. Namun mereka tetap kembali, tetap melayani, tetap percaya bahwa kasih Allah lebih besar daripada kegagalan dan rancanagan manusia.

 Begitulah cinta sejati: tidak mudah: menyerah, putus asa dan pantang mundur.
 Untuk direnungkan hari ini:

Ketika aku merasa lelah, tidak dihargai, atau mengalami kekeringan batin, apakah aku masih mau tetap tinggal setia di hadapan Tuhan?

Doa Tanur Hati

Tuhan Yesus,

ajarilah aku menjadi seperti tanah yang lembut di tangan-Mu.

Ketika aku terluka, jangan biarkan hatiku menjadi keras.

Ketika aku tidak dimengerti, ajarilah aku tetap tenang.

Ketika aku merasa jauh dari-Mu, siramilah jiwaku dengan rahmat-Mu.

Bentuklah aku perlahan dalam Tanur Hati-Mu dan Hati Tak Bernoda Maria,

agar hidupku menghasilkan buah kasih, kesetiaan, dan kelembutan. Engkau yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa... Amin.

Inspirasi Tanur Hari Ini:

“Rahmat Tuhan bekerja paling dalam justru ketika hati kita sedang dimurnikan.”

 Saldo...salam dan doaku..

Salve... Shalom..